BERITA
  • 04 Desember 2019
  • 0 Komentar
  • 17 Kali Dilihat
Tiga Pepatah Menteri Tjahjo Untuk ASN

JAKARTA - "Sepi ing pamrih, rame ing gawe", sebuah pepatah Jawa disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengawali sambutannya dalam Malam Anugerah ASN 2019, di Jakarta, Senin (02/12). Melalui pepatah tersebut, Menteri Tjahjo berpesan, para abdi negara harus siap menciptakan terobosan bagi masyarakat.

Bagi Menteri Tjahjo, para nomine telah membuktikan bahwa bekerja tak harus dibatasi oleh kungkungan jam kerja dan manfaat yang hanya bisa dirasakan oleh instansinya. "Mengabdikan diri sebagai ASN berarti menciptakan terobosan, menerka peluang perbaikan dan inovasi, kepemimpinan yang efektif dan kesiapan untuk menjadi pemimpin di masa depan," ungkapnya.

Malam ini, terpilih tiga ASN terbaik dari setiap kategori. Ada tiga kategori dalam Anugerah ASN 2019 yakni PNS Inspiratif, PPT Pratama Teladan, dan The Future Leader. Ketiga ASN tersebut mendapatkan Piala Adhigana.

Sejumlah terobosan mereka, menggambarkan peribahasa dari Sentani, Papua, yang dibacakan Menteri Tjahjo dalam acara tersebut. "Ani foise hokhogondere ne, khalya na hebhernyea nenghinde mokhowende," ucap Menteri Tjahjo. Ungkapan itu memiliki makna bekerja tekun dan tulus tanpa pamrih akan memberi hasil yang terbaik.

Menteri Tjahjo mengungkapkan kebanggaaannya kepada para ASN peraih penghargaan maupun yang masuk nominasi. Dikatakan, karena karya-karya para ASN ini menjadi keberkahan bagi Indonesia seperti pepatah Sulawesi, "Resopa temmangingi namalomo naletei pammase dewata".

Mereka yang terpilih hingga menerima penghargaan di atas panggung, telah melewati tahap seleksi yang bisa dibilang tidak mudah. Pada pembukaan, sebanyak 1.051 usulan ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan dalam Anugerah ASN 2019. Dari usulan yang masuk tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan seleksi tahap I kemudian dipilih 100 kandidat terbaik dari ketiga kategori.

Pada seleksi tahap II, telah dipilih 10 kandidat terbaik di setiap kategori dan dilakukan verifikasi lapangan. Selanjutnya, pada seleksi tahap III, dari 10 nomine terbaik dipilih top 5 pada masing-masing kategori.

Menteri Tjahjo mengatakan, capaian mereka, makin menggerus citra kelambanan bahkan kemalasan ASN. Prestasi mereka menginspirasi dan mengajak ASN lain untuk berkarya seperti apa yang mereka lakukan dan pada akhirnya akan mendorong menjadi sebuah gerakan masif bagi perbaikan negeri ini. "Perbaikan layanan kepada masyarakat yang secara nyata akan dinikmati, mendukung perwujudan Indonesia Emas di tahun 2045 nanti," pungkas Menteri Tjahjo.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan Anugerah ASN bertujuan untuk membangun persepsi positif masyarakat terhadap keberadaan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan publik, dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa. "Serta menginspirasi munculnya gerakan perubahan ASN menuju kinerja dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat," jelasnya.